Manajemen Arus Kas, Perlukah?

Standar

Masalah financial pasti tidak pernah lepas dari kehidupan kita sehari-hari, mulai dari masa-masa sekolah, kuliah bahkan ketika kita telah bekerja dan memiliki penghasilan yang stabil. Masalah utamanya adalah bagaimana cara kita memanfaatkan uang yang dengan susah payah dikumpulkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan. Hal ini masih berhubungan dengan cara kita mengatur arus kas keuangan karena penghasilan yang selama ini kita peroleh ditentukan oleh pengaturan arus kas dan tentunya akan berdampak pada suatu keberhasilan atau kegagalan financial.
Hal yang sering terjadi dalam kehidupan kita adalah keterbatasan pemasukan dibandingkan dengan tujuan financial. Mungkin hal tersebut bisa menyadarkan kita akan pentingnya mengatur arus kas untuk kepentingan jangka pendek maupun jangka panjang. Sehingga secara tidak langsung pemasukan dan pengeluaran kas harus dilakukan secara bersama-sama, simulatan dan terencana karena kegagalan mengatur arus kas merupakan kegagalan dalam mengatur jalan kehidupan financial. Tentunya hal tersebut akan berdampak pada kegagalan seluruh kehidupan financial, tidak peduli berapapun besar penghasilan dan kekayaan yang telah dicapai.
Pengaturan arus kas harus mampu mengintegrasikan antara tujuan-tujuan financial dengan proyeksi penghasilan dan pengeluaran, dengan mengarahkan segala kemampuan financial secara maksimal guna mencapai tujuan financial jangka pendek maupun jangka panjang.

Manajemen Arus Kas
Hal utama yang perlu selalu diperhatikan dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan baik tentang fungsi dana atau uang yang kita miliki. Adapun fungsi tersebut terbagi menjadi tiga yaitu :
Pertama, fungsi likuiditas dimana dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal. Kedua, fungsi anti inflasi dimana dana yang disimpan digunakan untuk menghindari risiko penurunan pada daya beli di masa datang dan tentunya dapat dicairkan dengan relatif cepat. Ketiga, capital growth dimana dana ini bertujuan untuk menambah kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang. Selain itu jumlah dan tempat uang haruslah sesuai dengan tujuan keuangan secara keseluruhan karena mengalokasikan uang pada tempat yang tidak sesuai tujuan keuangan akan berakibat negatif. Salah satunya kita akan kehilangan kesempatan menambah nilai uang atau kesulitan mengeluarkan uang pada saat memerlukannya.

Hal pertama yang perlu dilakukan dalam mengatur arus kas adalah memetakan keadaan uang kita, mungkin akan dialokasikan atau diinvestasikan. Kedua, cobalah menganalisa jenis dan jumlah uang yang ada, apakah telah sesuai dengan fungsinya. Cara melihatnya adalah dengan melihat apakah jenis penyimpanan uang telah mengacu pada tujuan financial. Ini berarti bukan hanya pada berapa besar pendapatan atau bunga yang diperoleh, tetapi pada apakah penyimpanan dilakukan telah sesuai dengan tujuan keuangan. Untuk itu ada beberapa produk bank yang dapat dipergunakan untuk mengatur arus kas adalah cash/bank notes, tabungan debit card/kartu ATM, credit card, charge card, cek dan giro. Dalam memilih jenis produk tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan karena tiap orang pasti berbeda.

1. Uang Tunai
Uang tunai merupakan alat pembayaran yang paling likuid artinya dapat dipakai setiap saat untuk melakukan pembayaran tanpa dikenakan biaya. Keberadaan uang tunai dijamin oleh negara, sehingga nilainya akan terjamin sesuai dengan kemampuan negara. Nilai nominalnya akan tetap, tetapi karena pengaruh inflasi maka kekuatan nilai pembayarannya akan berkurang. Sebagai contoh, apabila satu tahun lalu uang sebesar Rp 2.000.000 akan dapat dibelikan satu buah handphone, tetapi dengan uang yang sama untuk saat ini tidak dapat dibelikan barang yang sama.

Tips penggunaan uang tunai:

a) Hilang, dicuri dan rusak adalah risiko saat kita mempunyai uang tunai dan tentunya memegang uang tunai tidak akan memberikan bunga (justru nilainya turun) dan kesempatan untuk melakukan investasi akan hilang. Sementara inflasi akan terus berjalan dan untuk mengatasinya, kita harus melakukan investasi.

b) Sebaiknya uang tunai yang dimiliki sedikit saja disesuaikan kebutuhan sehari-hari dalam melakukan pembayaran yang tidak dapat dilakukan dengan alat pembayaran lain. Misalnya belanja di pasar tradisional, uang jajan anak, membayar pembantu, makan di warung atau rumah makan.

2. Kartu ATM/Debit Card
Debit card atau kartu ATM adalah jenis kartu plastik yang dapat dipergunakan untuk menarik uang tunai, baik melalui teller di bank ataupun melalui ATM atau tempat lain yang ditentukan. Prinsip kerjanya adalah pada saat kita memiliki sejumlah uang di bank kita dapat meminta kartu ATM atau kartu debit (sesuai dengan fasilitas yang diberikan bank). Setiap saat kita bisa mengambil uang tunai di ATM atau menggunakan sebagai sarana pembayaran dengan jumlah maksimal sesuai dengan uang yang kita miliki di bank. Sehingga kartu ini bukanlah merupakan alat pembayaran, tetapi hanya untuk memberikan kemudahan pada nasabah bank dalam melakukan pembayaran tanpa harus membawa uang tunai.

Seringkali diberikan pula fasilitas untuk melakukan pembayaran listrik, telepon, ponsel tetapi harus selalu diperhatikan akan adanya peluang tidak terbukukannya tranSfer yang telah dilakukan. Sehingga setiap bukti pembayaran haruslah selalu disimpan. Sebaiknya diusahakan untuk melakukan pengecekan secara reguler antara transaksi melalui ATM dengan buku tabungan atau rekening koran guna menghindari kesalahan. Fasilitas penggunaan kartu ATM di luar negeri sering dimungkinkan, tetapi kita harus selalu berhati-hati, terutama bagaimana cara pengurangan saldo tabungan kita. Beberapa bank akan mengurangi sesuai dengan nilai tukar tengah pada saat kita mengambil uang tunai, tetapi terdapat pula bank yang akan menghitungnya dengan nilai tukar jual. Tentu saja akan ditambah biaya administrasi yang lebih tinggi daripada transaksi di dalam negeri, serta biaya kliring.

Tips penggunaan kartu ATM:

a) Sebaiknya menggunakan kartu ATM yang menggunakan PIN karena hal itu akan lebih aman dibandingkan penggunaan seperti halnya kartu kredit, yaitu hanya menggesekkan pada alat tertentu.

b) Perhatikan dalam menentukan PIN yang dipergunakan yaitu sebaiknya pada angka-angka yang mudah dihafal, dan apabila akan menyimpan kertas yang berisi PIN tersebut, sebaiknya terpisah dengan tempat menyimpan kartunya.

c) Pada bank-bank tertentu, nasabah dengan memiliki kartu ATM akan dikenakan biaya administrasi yang lebih besar.

d) Terdapat pembatasan jumlah uang yang dapat diambil melalui mesin ATM dalam satu hari, misalnya dalam satu hari maksimal uang yang dapat diambil adalah Rp 3 juta, sedangkan pengambilan lebih dari itu harus dilakukan melalui teller.

e) Pengambilan uang tunai melalui mesin ATM yang bukan disediakan oleh bank tempat kita menabung pasti akan dikenakan biaya kliring. Sehingga jumlah yang kita ambil akan lebih kecil dari jumlah yang dikurangkan pada tabungan kita.

f) Hati-hati dengan kemungkinan terjadinya off line yang tidak memungkinkan kita melakukan pembayaran maupun pengambilan uang tunai.

3. Kartu Kredit/Credit Card
Kartu kredit merupakan alat pembayaran dengan cara kredit, sehingga kita akan tetap dapat melakukan pembayaran meskipun kita tidak memiliki uang. Kewajiban penggunanya adalah membayar dengan mencicil sejumlah minimum tertentu dari total transaksi (biasanya antara 5–10 persen total tagihan) yang harus dibayar pada tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan setiap bulan.

Kartu ini berbeda dengan kartu debit karena setiap kali menggunakannya berarti kita hutang dengan kewajiban membayarnya dengan bunga (tingkat suku bunga saat ini 2–3,5 persen dari total tagihan yang belum dibayar). Apabila kita terlambat melakukan pembayaran maka akan dikenakan denda keterlambatan (biasanya 10 persen dari pembayaran minimum).

Tips penggunaan kartu kredit:

a) Penggunaan kartu kredit sebaiknya hanya diperlukan apabila kartu itu dilihat sebagai sumber kredit dimana saat melakukan transaksi telah diperhitungkan akan adanya kewajiban pembayarannya kemudian hari beserta bunganya.

b) Penggunaan kartu kredit tdak tepat apabila kondisi penggunaan kartu hanya digunakan sebagai alat pembayaran (bukan sumber kredit) padahal sebenarnya anda memiliki cukup uang.

4) Charge Card
Masyarakat umum biasanya mengenalinya sebagai kartu kredit, tetapi produk bank satu ini memiliki karakteristik yang berbeda. Apabila penggunaan kartu kredit memberikan kemungkinan kita melakukan pembayaran minimal, maka charge card mengharuskan kita membayar penuh seluruh transaksi yang kita lakukan tanpa dikenai bunga. Apabila kita tidak dapat memenuhinya maka akan dikenakan denda keterlambatan sebesar persentase tertentu.

Penggunaan kartu ini akan memungkinkan untuk melakukan penundaan pembayaran selama satu bulan tanpa dikenai bunga, sehingga kita mendapat peluang hutang selama satu bulan tanpa membayar bunga. Keuntungan lain adalah tidak adanya batas jumlah transaksi yang dilakukan saat menggunakan kartu, tapi pada umumnya pemberian kartu ini lebih selektif pada orang-orang tertentu saja. Kewajiban pengguna charge card adalah membayar iuran bulanan yang besarnya ditentukan oleh penerbit kartu.

Tips penggunaan Charge Card:

a) Alat pembayaran ini lebih cocok bagi mereka yang berpenghasilan besar yang mampu menutup penggunaan kartu dalam satu bulan ke depan. Kesempatan menunda pembayaran selama satu bulan, tentu saja merupakan keuntungan.

5) Cek dan Giro
Alat pembayaran ini tidak jauh berbeda dengan debit card, hanya saja pembayaran dilakukan dengan menggunakan bukti blanko khusus dan ditandatangani oleh pemilik rekening tetapi nasabah harus memiliki sejumlah uang di rekening gironya di bank. Mungkin kekurangan dari jenis pembayaran ini adalah bunga yang ditawarkan biasanya lebih rendah daripada kita menyimpan uang dalam bentuk tabungan.

Dari kelima alat pembayaran di atas, mungkin kita sudah mempunyai gambaran dalam mengatur uang dalam kehidupan sehari-sehari. Intinya dalam memilih alat pembayaran, kita harus mengetahui terlebih dahulu jumlah, fungsi dan tujuan uang yang kita peroleh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s