Pentingnya Pengelolaan Kas Kecil

Istilah kas kecil atau Petty Cash sering sekali kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari sedangkan dalam laporan keuangan, kas kecil itu merupakan akun yang khusus dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil dan rutin. Adapun beberapa karakteristik dasar dari kas kecil, yaitu:

1. Jumlahnya dibatasi tidak lebih atau tidak kurang dari jumlah tertentu yang telah ditentukan oleh pihak Direksi. Tentunya masing-masing perusahaan menetapkan jumlah yang berbeda sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.

2. Dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari.

3. Disimpan di tempat khusus seperti kotak kecil yang biasanya disebut dengan petty cash box atau bisa juga di dalam amplop.

4. Ditangani atau dipegang oleh kasir kas kecil.


Dalam suatu perusahaan kas kecil memiliki peranan penting dalam kegiatan operasional, terlepas dari material atau tidaknya nilai dari kas kecil tersebut. Biasanya kas kecil digunakan dalam transaksi kecil yang terjadi setiap hari mulai sejak awal jam operasional perusahaan di pagi hari sampai akhir jam operasional di sore atau malam hari. Sehingga perusahan harus melakukan pengelolaan kas kecil secara baik karena jika tidak adanya pengelolaan setiap harinya maka dapat mengganggu kelancaran kegiatan operasional perusahaan. Contohnya apabila perusahaan kehabisan kas kecil, sedangkan kebutuhannya dalam pembelian ATK (Alat Tulis Kantor) atau materai harus dipenuhi dengan cepat, maka tidak mungkin kasir membeli barang tersebut dengan cheque atau debit card. Oleh karena itu ada beberapa tips dalam mengelola kas kecil, yaitu :

1. Menetapkan batas saldo kas kecil

Saat awal pembentukan akun kas kecil, pihak Direksi harus menetapkan saldo atas kas kecil yang disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan operasional perusahaan dalam suatu jangka waktu tertentu. Sebelum menentukan hal tersebut, terdapat dua metode pencatatn kas kecil yang bisa dipilih, yaitu metode imprest dan fluktuatif. Dalam metode imprest, saldo kas kecil selalu tetap sebesar jumlah saldo yang telah ditentukan. Biasanya pada akhir periode kasir kas kecil akan minta pengisian kembali kas kecilnya sebesar jumlah yang sudah dikeluarkan. Sehingga pengeluaran kas kecil baru dicatat pada saat pengisian kembali. Sedangkan pada metode fluktuatif saldo kas kecil tidak tetap tetapi berfluktuasi sesuai dengan jumlah pengeluaran-pengeluaran kas kecil.

2. Menentukan Kasir Kas Kecil

Setelah menetapkan batas saldo, maka harus ada staf yang bertanggung jawab atas pengelolaan kas kecil atau biasanya disebut kasir kas kecil. Dikarenakan fungsi kas kecil digunakan dalam transaksi-transaksi kecil dan sifatnya rutin. Selain itu tidak semua staf bisa dijadikan kasir karena terdapat beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam memilih seorang kasir, yaitu: menguasai dasar-dasar akuntansi, mampu menangani proses pembelian dalam jumlah kecil, konsisten, jujur dan menguasai program-program sederhana komputer, misalnya microsoft excel. Pihak Direksi juga sebaiknya memberikan pelatihan tentang penanganan kas kecil sebelum kasir memulai tugasnya. Diawali dari memberi petunjuk tentang tata cara pengisian kembali kas kecil sampai dengan cara-cara rekonsiliasi kas kecil dan prosedur pembelian.


3. Pengisian Kembali Kas Kecil

Setelah batas saldo dan metode pencatatan kas kecil telah ditentukan, maka Financial Controller hendaknya memberikan perintah pengisian kepada kasir umum (General Cashier) dengan menarik kas dari bank. Uang diserahkan kepada kasir kas kecil lalu dihitung secara fisik dan harus ada serah terima resmi dimana kasir kas kecil menandatangani tanda terima atas dana yang diserahkan sekaligus sebagai tanda serah terima tanggung jawab atas dana tersebut. Apabila suatu saat saldo kas kecil tinggal sedikit maka kasir kas kecil harus mengajukan permohonan pengisian kembali kepada Financial Controller sesuai dengan metode pencatatan yang digunakan. Misalnya PT. A menggunakan metode imprest dimana saldo kas kecil tiap bulannya Rp. 5 juta, maka kasir kas kecil akan menerima jumlah yang sama tiap bulannya. Sedangkan PT. B menggunakan metode fluktuatif dimana waktu pengisian kembali kas kecilnya tidak tentu. Sehingga pada minggu pertama saldo kas kecilnya Rp. 2 juta ternyata pada minggu kedua tinggal sedikit maka dilakukan pengisian kembali. Jika pada minggu ketiga saldo kas kecil masih ada, maka tidak perlu diadakan pengisian kembali.


4. Penggunaan Kas Kecil

Kasir kas kecil hanya boleh mengeluarkan (melakukan pembayaran) kas kecil untuk permohonan pembayaran atau pembelian yang telah mendapat persetujuan dari Financial Controller. Untuk setiap pengeluaran, kasir kas kecil harus membuat bukti pengeluaran kas kecil yang ditandatangani oleh penerima dana (pembayaran). Setelah itu transaksi dicatat di dalam buku kas kecil dan bukti pengeluaran tersebut harus diarsipkan dengan baik.


Setelah dilakukan pengelolaan, kasir kas kecil harus selalu melakukan penghitungan terhadap fisik kas kecil setiap selesai melakukan pengeluaran kas kecil. Setelah dihitung, fisik kas kecil dicocokkan dengan pencatatan pengeluaran kas kecil yang telah dibuat oleh kasir kas kecil atau lebih dikenal dengan rekonsiliasi kas kecil. Hal ini akan dapat mengurangi beban pekerjaan pada saat melakukan rekonsiliasi di penutupan kas kecil setiap harinya. Selain itu Financial Controller juga harus memeriksa fisik kas kecil dengan catatan yang telah dibuat oleh kasir kas kecil untuk mengantisipasi adanya kecurangan yang dilakukan oleh kasir kas kecil.

Manajemen Arus Kas, Perlukah?

Masalah financial pasti tidak pernah lepas dari kehidupan kita sehari-hari, mulai dari masa-masa sekolah, kuliah bahkan ketika kita telah bekerja dan memiliki penghasilan yang stabil. Masalah utamanya adalah bagaimana cara kita memanfaatkan uang yang dengan susah payah dikumpulkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan. Hal ini masih berhubungan dengan cara kita mengatur arus kas keuangan karena penghasilan yang selama ini kita peroleh ditentukan oleh pengaturan arus kas dan tentunya akan berdampak pada suatu keberhasilan atau kegagalan financial.
Hal yang sering terjadi dalam kehidupan kita adalah keterbatasan pemasukan dibandingkan dengan tujuan financial. Mungkin hal tersebut bisa menyadarkan kita akan pentingnya mengatur arus kas untuk kepentingan jangka pendek maupun jangka panjang. Sehingga secara tidak langsung pemasukan dan pengeluaran kas harus dilakukan secara bersama-sama, simulatan dan terencana karena kegagalan mengatur arus kas merupakan kegagalan dalam mengatur jalan kehidupan financial. Tentunya hal tersebut akan berdampak pada kegagalan seluruh kehidupan financial, tidak peduli berapapun besar penghasilan dan kekayaan yang telah dicapai.
Pengaturan arus kas harus mampu mengintegrasikan antara tujuan-tujuan financial dengan proyeksi penghasilan dan pengeluaran, dengan mengarahkan segala kemampuan financial secara maksimal guna mencapai tujuan financial jangka pendek maupun jangka panjang.

Manajemen Arus Kas
Hal utama yang perlu selalu diperhatikan dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan baik tentang fungsi dana atau uang yang kita miliki. Adapun fungsi tersebut terbagi menjadi tiga yaitu :
Pertama, fungsi likuiditas dimana dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal. Kedua, fungsi anti inflasi dimana dana yang disimpan digunakan untuk menghindari risiko penurunan pada daya beli di masa datang dan tentunya dapat dicairkan dengan relatif cepat. Ketiga, capital growth dimana dana ini bertujuan untuk menambah kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang. Selain itu jumlah dan tempat uang haruslah sesuai dengan tujuan keuangan secara keseluruhan karena mengalokasikan uang pada tempat yang tidak sesuai tujuan keuangan akan berakibat negatif. Salah satunya kita akan kehilangan kesempatan menambah nilai uang atau kesulitan mengeluarkan uang pada saat memerlukannya.

Hal pertama yang perlu dilakukan dalam mengatur arus kas adalah memetakan keadaan uang kita, mungkin akan dialokasikan atau diinvestasikan. Kedua, cobalah menganalisa jenis dan jumlah uang yang ada, apakah telah sesuai dengan fungsinya. Cara melihatnya adalah dengan melihat apakah jenis penyimpanan uang telah mengacu pada tujuan financial. Ini berarti bukan hanya pada berapa besar pendapatan atau bunga yang diperoleh, tetapi pada apakah penyimpanan dilakukan telah sesuai dengan tujuan keuangan. Untuk itu ada beberapa produk bank yang dapat dipergunakan untuk mengatur arus kas adalah cash/bank notes, tabungan debit card/kartu ATM, credit card, charge card, cek dan giro. Dalam memilih jenis produk tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan karena tiap orang pasti berbeda.

1. Uang Tunai
Uang tunai merupakan alat pembayaran yang paling likuid artinya dapat dipakai setiap saat untuk melakukan pembayaran tanpa dikenakan biaya. Keberadaan uang tunai dijamin oleh negara, sehingga nilainya akan terjamin sesuai dengan kemampuan negara. Nilai nominalnya akan tetap, tetapi karena pengaruh inflasi maka kekuatan nilai pembayarannya akan berkurang. Sebagai contoh, apabila satu tahun lalu uang sebesar Rp 2.000.000 akan dapat dibelikan satu buah handphone, tetapi dengan uang yang sama untuk saat ini tidak dapat dibelikan barang yang sama.

Tips penggunaan uang tunai:

a) Hilang, dicuri dan rusak adalah risiko saat kita mempunyai uang tunai dan tentunya memegang uang tunai tidak akan memberikan bunga (justru nilainya turun) dan kesempatan untuk melakukan investasi akan hilang. Sementara inflasi akan terus berjalan dan untuk mengatasinya, kita harus melakukan investasi.

b) Sebaiknya uang tunai yang dimiliki sedikit saja disesuaikan kebutuhan sehari-hari dalam melakukan pembayaran yang tidak dapat dilakukan dengan alat pembayaran lain. Misalnya belanja di pasar tradisional, uang jajan anak, membayar pembantu, makan di warung atau rumah makan.

2. Kartu ATM/Debit Card
Debit card atau kartu ATM adalah jenis kartu plastik yang dapat dipergunakan untuk menarik uang tunai, baik melalui teller di bank ataupun melalui ATM atau tempat lain yang ditentukan. Prinsip kerjanya adalah pada saat kita memiliki sejumlah uang di bank kita dapat meminta kartu ATM atau kartu debit (sesuai dengan fasilitas yang diberikan bank). Setiap saat kita bisa mengambil uang tunai di ATM atau menggunakan sebagai sarana pembayaran dengan jumlah maksimal sesuai dengan uang yang kita miliki di bank. Sehingga kartu ini bukanlah merupakan alat pembayaran, tetapi hanya untuk memberikan kemudahan pada nasabah bank dalam melakukan pembayaran tanpa harus membawa uang tunai.

Seringkali diberikan pula fasilitas untuk melakukan pembayaran listrik, telepon, ponsel tetapi harus selalu diperhatikan akan adanya peluang tidak terbukukannya tranSfer yang telah dilakukan. Sehingga setiap bukti pembayaran haruslah selalu disimpan. Sebaiknya diusahakan untuk melakukan pengecekan secara reguler antara transaksi melalui ATM dengan buku tabungan atau rekening koran guna menghindari kesalahan. Fasilitas penggunaan kartu ATM di luar negeri sering dimungkinkan, tetapi kita harus selalu berhati-hati, terutama bagaimana cara pengurangan saldo tabungan kita. Beberapa bank akan mengurangi sesuai dengan nilai tukar tengah pada saat kita mengambil uang tunai, tetapi terdapat pula bank yang akan menghitungnya dengan nilai tukar jual. Tentu saja akan ditambah biaya administrasi yang lebih tinggi daripada transaksi di dalam negeri, serta biaya kliring.

Tips penggunaan kartu ATM:

a) Sebaiknya menggunakan kartu ATM yang menggunakan PIN karena hal itu akan lebih aman dibandingkan penggunaan seperti halnya kartu kredit, yaitu hanya menggesekkan pada alat tertentu.

b) Perhatikan dalam menentukan PIN yang dipergunakan yaitu sebaiknya pada angka-angka yang mudah dihafal, dan apabila akan menyimpan kertas yang berisi PIN tersebut, sebaiknya terpisah dengan tempat menyimpan kartunya.

c) Pada bank-bank tertentu, nasabah dengan memiliki kartu ATM akan dikenakan biaya administrasi yang lebih besar.

d) Terdapat pembatasan jumlah uang yang dapat diambil melalui mesin ATM dalam satu hari, misalnya dalam satu hari maksimal uang yang dapat diambil adalah Rp 3 juta, sedangkan pengambilan lebih dari itu harus dilakukan melalui teller.

e) Pengambilan uang tunai melalui mesin ATM yang bukan disediakan oleh bank tempat kita menabung pasti akan dikenakan biaya kliring. Sehingga jumlah yang kita ambil akan lebih kecil dari jumlah yang dikurangkan pada tabungan kita.

f) Hati-hati dengan kemungkinan terjadinya off line yang tidak memungkinkan kita melakukan pembayaran maupun pengambilan uang tunai.

3. Kartu Kredit/Credit Card
Kartu kredit merupakan alat pembayaran dengan cara kredit, sehingga kita akan tetap dapat melakukan pembayaran meskipun kita tidak memiliki uang. Kewajiban penggunanya adalah membayar dengan mencicil sejumlah minimum tertentu dari total transaksi (biasanya antara 5–10 persen total tagihan) yang harus dibayar pada tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan setiap bulan.

Kartu ini berbeda dengan kartu debit karena setiap kali menggunakannya berarti kita hutang dengan kewajiban membayarnya dengan bunga (tingkat suku bunga saat ini 2–3,5 persen dari total tagihan yang belum dibayar). Apabila kita terlambat melakukan pembayaran maka akan dikenakan denda keterlambatan (biasanya 10 persen dari pembayaran minimum).

Tips penggunaan kartu kredit:

a) Penggunaan kartu kredit sebaiknya hanya diperlukan apabila kartu itu dilihat sebagai sumber kredit dimana saat melakukan transaksi telah diperhitungkan akan adanya kewajiban pembayarannya kemudian hari beserta bunganya.

b) Penggunaan kartu kredit tdak tepat apabila kondisi penggunaan kartu hanya digunakan sebagai alat pembayaran (bukan sumber kredit) padahal sebenarnya anda memiliki cukup uang.

4) Charge Card
Masyarakat umum biasanya mengenalinya sebagai kartu kredit, tetapi produk bank satu ini memiliki karakteristik yang berbeda. Apabila penggunaan kartu kredit memberikan kemungkinan kita melakukan pembayaran minimal, maka charge card mengharuskan kita membayar penuh seluruh transaksi yang kita lakukan tanpa dikenai bunga. Apabila kita tidak dapat memenuhinya maka akan dikenakan denda keterlambatan sebesar persentase tertentu.

Penggunaan kartu ini akan memungkinkan untuk melakukan penundaan pembayaran selama satu bulan tanpa dikenai bunga, sehingga kita mendapat peluang hutang selama satu bulan tanpa membayar bunga. Keuntungan lain adalah tidak adanya batas jumlah transaksi yang dilakukan saat menggunakan kartu, tapi pada umumnya pemberian kartu ini lebih selektif pada orang-orang tertentu saja. Kewajiban pengguna charge card adalah membayar iuran bulanan yang besarnya ditentukan oleh penerbit kartu.

Tips penggunaan Charge Card:

a) Alat pembayaran ini lebih cocok bagi mereka yang berpenghasilan besar yang mampu menutup penggunaan kartu dalam satu bulan ke depan. Kesempatan menunda pembayaran selama satu bulan, tentu saja merupakan keuntungan.

5) Cek dan Giro
Alat pembayaran ini tidak jauh berbeda dengan debit card, hanya saja pembayaran dilakukan dengan menggunakan bukti blanko khusus dan ditandatangani oleh pemilik rekening tetapi nasabah harus memiliki sejumlah uang di rekening gironya di bank. Mungkin kekurangan dari jenis pembayaran ini adalah bunga yang ditawarkan biasanya lebih rendah daripada kita menyimpan uang dalam bentuk tabungan.

Dari kelima alat pembayaran di atas, mungkin kita sudah mempunyai gambaran dalam mengatur uang dalam kehidupan sehari-sehari. Intinya dalam memilih alat pembayaran, kita harus mengetahui terlebih dahulu jumlah, fungsi dan tujuan uang yang kita peroleh.

“Analisis Penerapan Sustainability Report Berdasarkan Global Reporting Initiative (GRI) Pada PT. Semen Gresik (Persero) Tbk”

Latar Belakang

Saat ini industri di Indonesia mulai berkembang dan kebanyakan perusahaan masih fokus terhadap pencarian keuntungan belaka. Perusahaan menganggap bahwa sumbangan kepada masyarakat cukup diberikan melalui penyediaan lapangan pekerjaan, pemenuhan kebutuhan dengan produknya dan pembayaran pajak kepada negara. Ketiga hal tersebut tidaklah cukup apabila perusahaan ingin bertahan sampai lima tahun ke depan karena masyarakat tidak hanya menuntut perusahaan menyediakan barang dan jasa saja tetapi juga pertanggungjawaban secara sosial. Sehingga saat ini pandangan pemegang saham dan pengguna laporan keuangan pada telah berubah dimana fokusnya tidak hanya pada perolehan laba perusahaan tetapi juga memperhatikan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Selain itu para pemimpin perusahaan juga menghadapi tantangan dalam menerapkan standar-standar etis terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab. Tekanan untuk menerapkan Corporate Social Responsibility (CSR) menempati ranking kedua dari tantangan-tantangan bisnis paling penting di tahun 2000. Walaupun sedang banyak dibicarakan tetapi CSR itu sendiri merupakan hal yang belum pasti, hal ini bisa dilihat dari definisi secara operasional.

Pada bulan September 2004 tim International Organization for Standarization (ISO) sebagai induk dari organisasi standar internasional mengundang berbagai pihak untuk melahirkan panduan (guedelines) dan standarisasi untuk tanggung jawab sosial yang diberi nama ISO 26000 : Guidance Standard on Social Responsibilty. ISO 26000 ini sifatnya hanya panduan saja dan bukan pemenuhan terhadap persyaratan (requirements) karena memang tidak dirancang sebagai standar sistem manajemen dan tidak digunakan sebagai sebagai standar sertifikasi (Yusuf Wibisono, 2007 : 38). CSR itu sendiri merupakan konsep yang mempunyai banyak definisi, salah satunya adalah tanggung jawab sosial perusahaan. Hal ini bisa dimaklumi karena CSR adalah sebuah konsep yang berkembang sesuai dengan perubahan yang terjadi. Walaupun demikian inti dari konsep ini adalah keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomis dan aspek sosial serta lingkungan. Selain itu pelaporan non keuangan secara umum telah diakomodasi dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). PSAK No. 1 menyatakan tentang penyajian laporan keuangan dinyatakan bahwa perusahaan dapat pula menyajikan laporan tambahan, khususnya bagi industri di mana lingkungan hidup memegang peranan penting. Untuk itu sudah selayaknya perusahaan melaporkan semua aspek yang mempengaruhi kelangsungan operasi perusahaan kepada masyarakat.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) yang mengungkap berbagai ketentuan tentang pendirian PT dan salah satunya pada pasal 74 membahas tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan yang bertujuan mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat bagi PT itu sendiri, komunitas setempat dan masyarakat pada umumnya. Ketentuan tersebut dimaksudkan untuk mendukung terjalinnya hubungan PT yang serasi, seimbang dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma dan budaya masyarakat setempat maka ditentukan bahwa PT yang kegiatan usahanya di bidang dan atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Untuk melaksanakan kewajiban tersebut, kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan harus dianggarkan serta diperhitungkan sebagai biaya PT yang dilaksanakan dengan memperhatikan kepatuhan dan kewajaran.
Pada pasal 66 juga dijelaskan bahwa kegiatan tersebut dimuat dalam laporan tahunan PT, salah satunya adalah laporan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Apabila PT tidak melaksanakannya maka PT yang bersangkutan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Seiring dengan adanya perkembangan CSR maka profesi akuntan mulai menyadari untuk memasukkan dampak sosial ke dalam sustainability report karena di dalamnya terdapat prinsip dan standar pengungkapan yang mampu mencerminkan tingkat aktivitas perusahaan secara menyeluruh dan tentu saja berbeda dengan yang diungkapkan dalam laporan keuangan. Dengan adanya hal tersebut kinerja perusahaan bisa langsung dinilai oleh pemerintah, masyarakat, organisasi lingkungan, media massa khususnya pada investor dan kreditor (bank) karena investor maupun kreditor (bank) tidak mau menanggung kerugian yang disebabkan oleh adanya kelalaian perusahaan tersebut terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungannya.

Dalam proses pelaporan, ada beberapa standar yang sudah dikenal untuk menunjukkan kinerja perusahaan dalam mengimplementasikan tanggung jawab sosial dan lingkungannya. Salah satunya adalah Global Reporting Initiative (GRI) yang di dalamnya mengatur prinsip dasar yang harus terdapat pada sustainability report yaitu: seimbang, dapat dibandingkan, teliti, tepat waktu, jelas dan dapat dipercaya. Sedangkan untuk menilai implementasi dari tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam sustainability report maka terdapat tiga jenis standar pengungkapan berdasarkan GRI, yaitu: (1) strategi dan profil, (2) pendekatan manajemen dan (3) indikator pelaksanaan. Untuk masing-masing standar mempunyai acuan dalam mengungkapkan tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam sustainability report.

Menurut Indonesia Center For Sustainable Development (ICSD) terdapat tiga pihak yang mendukung CSR, yaitu departemen dan kantor pemerintahan, organisasi non-pemerintah dan lembaga pendidikan serta private company. Salah satu private company yang telah melaksanakan CSR adalah PT. Semen Gresik (Persero) Tbk yang mempunyai komposisi kepemilikan sahamnya 24.90% Blue Valley Holding Pte, Ltd., 51,01% Pemerintah RI dan 24,09% lainnya milik masyarakat. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diresmikan oleh Presiden Soekarno di Gresik, Jawa Timur, pada 7 Agustus 1957 ini berperan besar untuk memenuhi pasokan kebutuhan semen di dalam negeri. Untuk saat ini semen tidak hanya dijual di dalam negeri karena diekspor ke banyak negara, seperti Hongkong, Korea, Bangladesh dan lain-lain.

PT. Semen Gresik (Persero) Tbk sendiri menerapkan tiga landasan utama agar mampu bertahan dan berkembang, yaitu (1) menjaga pertumbuhan kinerja keuangan dengan meningkatkan efisiensi dan produktivitas, (2) menegakkan etika bisnis dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan (3) menangani masalah-masalah sosial dan lingkungan dengan menerapkan sistem manajemen lingkungan secara konsisten dan menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar. Untuk memaksimalkan ketiga landasan tersebut, perusahaan membentuk bagian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) untuk melaksanakan CSR yang juga diatur dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Dengan adanya PKBL, terbukti pada tahun 2005 pernah perusahaan memperoleh CSR award sebagai The First Best Practice in Economy Program within Manufacturing Industry dan The Second Best Practice in Social Program within Manufacturing Industry.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, dapat dirumuskan masalah yang menjadi pokok bahasan penelitian ini adalah “Bagaimana penerapan sustainability report berdasarkan Global Reporting Initiative (GRI) pada PT. Semen Gresik (Persero) Tbk?”


Tujuan Penelitian

Dari rumusan permasalahan yang telah disebutkan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan sustainability report berdasarkan Global Reporting Initiative (GRI) pada PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.

ValenTine, PentiNg ga Sech diRayakan???

SebagiaN oRang mengaNggap bahWA HAri ValenTine adaLah haRi kasih SayaNg di dunia dan teNtunya haRus diRayakan dengan Orang yang PALing kiTa sayanGi. Tapi…ada Juga yaNg menganggaP bahWa raSa sayaNg iTu ga perLu ada haRinya, la wonG tiap hari kiTa bisa menyayaNgi seMua oRang Kok, muLai dari oRang tua kakaK, adeK, SaHabat, tEMan, PacaR.love-baby

Selain iTu pasti jika diperhatikan lebih detail lagi, hari VaLentine pasti ideNtik ama yang namAnYA CoKLaT ma waRna pink. emAng cuMa hari valentiNe aja kiTa bisa menikmaTi coKLat n’ paKe baJu pink. Ga Harus BegiTu kan??? Akoe aja Tiap miNggu, apalagi kaLo lagi sTres paSti hobi makAn coKLat n’ meMang waRna faVoriTkoe Pink. Selain itu banyaK sekali toko-Toko yang menawaRkan berBagai maCam paKet untuk baGi merEKa yaNg penGEN MembeRi KAdO buat oRang yaNg diSayangi. Tapi biSa Kamoe rasaKan ga, bagaiMana perasaan oRang-oraNg yang masiH jomBLo ato laGi ga punYa paCar. Pasti ada yang jengKel coz di Hari VaLentine masih sendirian. Tapi ada yang meLakukan kegiatan kumpuL baReng teMan-teMan unTuk mengisi kegiatan mereKa. Ada juga yang Kerja aTo perGi ma keLuarga. Macem-maCem seCh,,

Nah sekarang Coba Liat GambaR 2 Bayi yaNg laGi “paCaran”, seCara logiKa mana muNgkin umUr segiTu biSa paCaRan. Tapi…tuNGGu duLu, janGan hanYa liaT gamBarnya taPi resapi ARTI dari gaMbar terSebut. Bagi yaNg mau menanggaPi tenTang Valentine, siLahkan!!!! Ato ada yang peNgen baGi-baGi ceriTa niCh tenTang vaLentiNe, boLeh aja, MungKin aJa Bisa Nambah penGaLaman buaT yaNg baCa Blog ini.

My MemOry in CoFFee CorNer Sby

coffee-corner

Mungkin sebagian besar orang mengira pekerJaan sebagai billing ato baRista adaLah pekerJaan yang sePELe. Tapi bagikoe itu tidak. Sebelum kerja di KAP, akoe pernah merasakan Sebagai billing di Coffee CorNer Surabaya, mungkin sebagian anak Gaul suRabaya perNah mAmpir di tempat yang terkenal dengan menu Kopi. Tapi sayang banget karena kesibukankoe yang buanyak Banget akhirnya akoe me,utuskan untuk keluar aja, walaupun sejujurnya akoe sangat suka disana. Tentu aja banyak banget kenangan yang ga bisa dilupakan, terutama kalo temen-temen manggil akoe “BUNDO”. hehehehehe

I MISS U PREND….

I HOPE U CAN BE SUCCES IN THERE…

HappY new Year 2009

tahun-baruAnke ngUcapin Happy New Year 2009 buAt seMua Orang yang aKoe sebuTin di bawah ini:

1. AyaH dan adek-adekkoe (Viga n MeTa)

2. TettY, Beca, HasBy, MitHa n’ Aini

3. ThanyaNkoe “Aji”

4. Teman-temAn Kost SemoloWaru SelaTan XI No. 10

5. Teman-teman aLumni SLTPN 2 MojoKerto

6. Teman-teman aluMni SMAN 1 Sooko Kab MojokeRto

7. Teman-teman di STIE Perbanas Surabaya

8. Semua rekan-rekan di divisi Manajement AccounTing KAP Drs. J. Tanzil & Rekan

Jangan Lupa berDoa n’ seMoga tahUn 2009 menJadi taHun yang beRmakna dalam hiduP kiTa. Amien….

TwiLight

twilight

 Bingung, mau ngisi taun baru kaman?? akoe punya solusi yang bagus. mending liat aja fiLm yang satu ini. Dijamin ketagihan!!!!! Akoe aja sampe nontoN 2 x di XXI tapi ga da rasa bosan sama sekali. Mungkin akoe bisa ceritakan sedikit tentang film ini,,,,

Twilight Tuch kisah romantis modern antara seorang gadis dan vampire. Bella Swan (Kristen Stewart) Tuch gadis caNtik yaNg berbeda dengan gadis lainnya, tidak pernah bergaul dengan teman sekolahnya di SMA Phoenix. Saat ibunya menikah lagi dan mengirim Bella untuk tinggal bersama Ayahnya di kota kecil Forks, Washington, ia tidak berharap banyak perubahan dalam dirinya. Ketika ia bertemu dengan Edward Cullen (Robert Pattison) yang misterius dan tampan, Edward bukanlah pria yangbiasa ia temui. Edward adalah vampire namun ia tidak memiliki taring dan ia beserta keluarganya memilih untuk tidak mengisap darah manusia teTapi daraH heWan.

Ga taunya Mereka berdua saLing jaTuh cinTah n’ menjadi sepasang kekasih. Bagi Edward, Bella adalah gadia yang ia tunggu selama 90 tahun sebagai belahan jiwanya. Namun semakin dekat hubungan mereka, semakin berat usaha Edward untuk mengontrol dirinya.

Konfilik yang paling seRu adalah saat sekelompok vampir baru lainnya – James (Cam Gigandet), Laurent (Edi Gathegi) dan Victoria (Rachelle Lafevre) hadir dan mengancam hidup mereka? Apa yaNg akan dilakukan Edward dan Bellan??? Truz apakah cinTa mereKa akan abAdi seLamanya???

Mo tau jaWabannya mending langsung nonton aja atO beli buKunya, Okay!!!!!

Lulus S1 dengan wAktu 3 Tahun, PresTasi ataU TantaNgan???

wisuda-q15

Mungkin sebagian oRang menganGgap mahasiswa yang lulus S1 dengan waktu 3 taHun di STIE Perbanas adaLah oRang-oRang yaNg pintar. Secara logika aja, kalo ga pintar ga mungkin bisa lulus secepaT itu. Betul ga???? Suatu malam akoe perNah berpikir, sebenarNya hal ini prestasi atau tantangan akoe dalam hidup yaCh. Coz baGi sebagian orang yang berpikir Positif, lulus 3 tahun tuch merupakan prestasi Yang ga semua orang bisa dapatkan. Tapi beda lagi saat orang-orang berpikir baHwa mahasiswa yang lulus dengan waktu yang sangat cepat, agak diragukan dalam dunia kerJa. mereka berPikir apakaH mahasiswa tersebut pemikirannya sudah cukuP matang???

Untuk mengenang aja, mungkin foTo kelima orang yang lagi pake toGa ini yang Lulus s1 (Akuntansi) dengan wakTu 3 tahun bisa menjadi jawaban pertanyaannkoe. Akoe sebUtin namanYa yacH dari sisi kiri (Yunika, Cindy, Widodo, Anke n’ Astri). Truz kegiatan kita berLima setelah lulus, apa dunk? YuniKa udah keRja di BANK JATIM MADURA, Cindy lanjutin serkolah S2 di UGM, Widodo udah Kerja di salah satu KANTOR KONSULTAN di Sidoarjo, Akoe n’ Astri udah kerja di KAP DRS.J. TANZIL & REKAN.

Jadi, apakah kita berLima bisa dibilang berPrestasi atau mencari tantangan daLam hiduP?????

WisuDa-Q

WisuDa-Q

Sabtu, 29 Nopember 2008 adalah hari bersejarah dalam Hidupkoe coz untuk kaLi pertamanya akoe di wisuda Sarjana EkonOmi alias SE. AdA banyak ekspresi yaNg akoe ungkapKan saat itu, yaitu:

1. Bangga coz Akoe dapaT prediKat terCepat dengaN Lulus S1 hanya dalam waktu 6 semester (3 tahun). Tau ga sech sehari sebeLum wisuda berlangsung, akoe ga bisa tidur. Rasanya tuch akoe kayak dilamar cowokkoe truz diajak nikah, hahahahaha. Truz pas namakoe diPanggil untuk disahkan menjadi Sarjana, rasanya kakikoe ga bisa digerakkan n’ deg-deGan banget.

2. Bangga baNget cOz ayahkoe terCinta diberi keperCayaan memberi sambutan mewakili orangTua mahasiswa. Seneng banget saat nama ayahkoe dipanggil n’ dipersilahkan untuk maju ke atas podum dan Lucunya lagi, di sela-sela memberi sambutan ayahkoe memberi sedikit guyonan sehingga semua orang di STIE Perbanas pada ketawa Semua.

3. TerHaru Coz mamakoe  hadir di wisudakoe, walaupun saat itu akoe ga bisa berkata apa-apa tapi hanya ucapan terima kasih aja yang bisa akoe berikan pada beliau.

4. Bahagia coz adEk-adekkoe kaSih kadO bOneka saPi ke Akoe n’ ga lupa jugA cowokkoe terCinta “Aji” kasiH buNga maWar. Thanks baNGet buat seMuanYa, akoe sayaNg ma kaLian seMua….

SerunYa SkriPsi

Skripsi itu buKan hal yang suLit kok, apalagi ditambah dosen pembiMbing yang pinter my-memory1plus Enak diajak diSkusi. Terima kasih buat P. Sasongko yang juga Ketua Jurusan Akuntansi STIE Perbanas Surabaya yang mau memberi akoe ide tentang skripsikoe yang berjudul “ANALISIS PENERAPAN SUSTAINABILITY REPORT BERDASARKAN GLOBAL REPORTING INITIATIVE (GRI ) PADA PT. SEMEN GRESIK (PERSERO), Tbk”

Truz biar ada kenangan, akhirnya akoe dan temen-teman yang juga anak bimbingnya beliau memutuskan untuk ngajak foto bareng. Mo tau hebohnya foto kita, liat aja deCh!!!!

Terakhir akoe pengen bilang Makasih banyak buat P. Sasongko atas bimbingannya selama ini….

« Entri lama Entri Lebih Baru »