FRiendster or FaceboOK ? ? ?

Siapa sech yang ga tau yang namanya FRIENDSTER ato FACEBOOK ? ? ? Kalo ga salah Friendster ato lebih dikenal dengan nama FS itu lebih duluan “naik daun” dibandingkan Facebook coz akoe sekarang masih pake FS sech, hehehehehe ^_^. Pas jaMan masih kuliah S.E. dulu di STIE Perbanas hampir semua temen punya FS, akoe termasuk orang yang loading lama alias telat bikin FS lo coz akoe dulu berpikir kalo teman di FS itu maya ato ga kita kenal. Tapi setelah akoe bikin ternyata bak kacang goreng coz banyak banget teman kuliah, SMA, SMP sampe SD yang add akoe. Oh yach adek n semua saudara sepupu sampe sepaha juga bikin. Akhirnya akoe (+) thinking n mulai menekuni bidang Friendster sampe akhirnya akoe bisa mempunyai teman sekitar 390-an n 75% akoe kenal mereka kok!!!!

pic227

Truz di pertengahan tahun 2008 semua temankoe mulai pindah ke Facebook n sekarang muncul pertanyaan dalam otakkoe “apa bedanya sech? ? ?” Abiz gitu seMua temenkoe sms n nyuruh akoe pindah Facebook tapi akoe hanya berpikir “Ngurusi FriendSter aja akoe jarang palagi ditambah Facebook, mending smsan aja kan?

Nah mungkin teman-teman yang lagi buka blog ini, bisa kasih comment tentang topik ini. Menurut kalian, enak mana sech pake FRIENDSTER ato FACEBOOK ? ? ? Ato kalian adalah seseorang yang menganut aliran bahwa temenan itu yang pasti-pasti aja, ga usah pake media komputer ato laptop. Who knows ? ? ? Oh ya kasih alasannya juga yach,,,,

KeteMu ama si “KambiNg Jantan”

Seneng, seneNg, seneng,,

Sabtu, 14 Akoe ama Raditya DikaMaret 2009 di Gramedia Expo akhirnya akoe bisa ketemu langsung ama Raditya Dika n’ pHoto bareng. Ternyata orangnya ga jauh beda ama yang ada di film, selain itu akoe juga minta tanda tangan di semua bukunya yang da akoe koleksi sejak jaman kuLiah dulu. kemarinnya akoe sech udah nonton fiLmnya “Kambing Jantan” Catatan Harian Pelajar Bodoh, lumayan bagus tapi masih TOP bukunya kok!!!!

Emang sech si Raditya Dika tuch ga sombOng coz waktu itu aja dia care ama fansnya, padahal posisinya dia baru aja bangun tidur n masih ngantuk. Tapi mungkin perlu digarisbawahi lagi, ternyata pas Sabtu itu hanya akoe dan temen kerjakoe “mbak Pari” aja yang paling tua coz fansnya yang lain rata-rata anak SMA. hahahahahahaha. Tapi akoe juga ga tua-tua banget dech coz masih belum 30 tahun kan????

Abiz gitu dia ngadain konferensi ama mbak Tyas “Produser Filmnya” n banyak banget yang tanya n sekali lagi rata-rata anak SMA. hohohohoho. Abiz gitu Yoyok “PADI” n The Ox tampil juga coz mereka yang ngisi OST Film Kambing Jantan. Waduh tambah rame dech Gramedia Expo coz The Ox nyanyi salah satu lagunya, yaitu “Bulan Yang Sama”.

Yang ngaku fansnya Raditya Dika tapi ga datang hari Sabtu, rugi banget dech!!!!!

Pentingnya Pengelolaan Kas Kecil

Istilah kas kecil atau Petty Cash sering sekali kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari sedangkan dalam laporan keuangan, kas kecil itu merupakan akun yang khusus dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil dan rutin. Adapun beberapa karakteristik dasar dari kas kecil, yaitu:

1. Jumlahnya dibatasi tidak lebih atau tidak kurang dari jumlah tertentu yang telah ditentukan oleh pihak Direksi. Tentunya masing-masing perusahaan menetapkan jumlah yang berbeda sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.

2. Dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari.

3. Disimpan di tempat khusus seperti kotak kecil yang biasanya disebut dengan petty cash box atau bisa juga di dalam amplop.

4. Ditangani atau dipegang oleh kasir kas kecil.


Dalam suatu perusahaan kas kecil memiliki peranan penting dalam kegiatan operasional, terlepas dari material atau tidaknya nilai dari kas kecil tersebut. Biasanya kas kecil digunakan dalam transaksi kecil yang terjadi setiap hari mulai sejak awal jam operasional perusahaan di pagi hari sampai akhir jam operasional di sore atau malam hari. Sehingga perusahan harus melakukan pengelolaan kas kecil secara baik karena jika tidak adanya pengelolaan setiap harinya maka dapat mengganggu kelancaran kegiatan operasional perusahaan. Contohnya apabila perusahaan kehabisan kas kecil, sedangkan kebutuhannya dalam pembelian ATK (Alat Tulis Kantor) atau materai harus dipenuhi dengan cepat, maka tidak mungkin kasir membeli barang tersebut dengan cheque atau debit card. Oleh karena itu ada beberapa tips dalam mengelola kas kecil, yaitu :

1. Menetapkan batas saldo kas kecil

Saat awal pembentukan akun kas kecil, pihak Direksi harus menetapkan saldo atas kas kecil yang disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan operasional perusahaan dalam suatu jangka waktu tertentu. Sebelum menentukan hal tersebut, terdapat dua metode pencatatn kas kecil yang bisa dipilih, yaitu metode imprest dan fluktuatif. Dalam metode imprest, saldo kas kecil selalu tetap sebesar jumlah saldo yang telah ditentukan. Biasanya pada akhir periode kasir kas kecil akan minta pengisian kembali kas kecilnya sebesar jumlah yang sudah dikeluarkan. Sehingga pengeluaran kas kecil baru dicatat pada saat pengisian kembali. Sedangkan pada metode fluktuatif saldo kas kecil tidak tetap tetapi berfluktuasi sesuai dengan jumlah pengeluaran-pengeluaran kas kecil.

2. Menentukan Kasir Kas Kecil

Setelah menetapkan batas saldo, maka harus ada staf yang bertanggung jawab atas pengelolaan kas kecil atau biasanya disebut kasir kas kecil. Dikarenakan fungsi kas kecil digunakan dalam transaksi-transaksi kecil dan sifatnya rutin. Selain itu tidak semua staf bisa dijadikan kasir karena terdapat beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam memilih seorang kasir, yaitu: menguasai dasar-dasar akuntansi, mampu menangani proses pembelian dalam jumlah kecil, konsisten, jujur dan menguasai program-program sederhana komputer, misalnya microsoft excel. Pihak Direksi juga sebaiknya memberikan pelatihan tentang penanganan kas kecil sebelum kasir memulai tugasnya. Diawali dari memberi petunjuk tentang tata cara pengisian kembali kas kecil sampai dengan cara-cara rekonsiliasi kas kecil dan prosedur pembelian.


3. Pengisian Kembali Kas Kecil

Setelah batas saldo dan metode pencatatan kas kecil telah ditentukan, maka Financial Controller hendaknya memberikan perintah pengisian kepada kasir umum (General Cashier) dengan menarik kas dari bank. Uang diserahkan kepada kasir kas kecil lalu dihitung secara fisik dan harus ada serah terima resmi dimana kasir kas kecil menandatangani tanda terima atas dana yang diserahkan sekaligus sebagai tanda serah terima tanggung jawab atas dana tersebut. Apabila suatu saat saldo kas kecil tinggal sedikit maka kasir kas kecil harus mengajukan permohonan pengisian kembali kepada Financial Controller sesuai dengan metode pencatatan yang digunakan. Misalnya PT. A menggunakan metode imprest dimana saldo kas kecil tiap bulannya Rp. 5 juta, maka kasir kas kecil akan menerima jumlah yang sama tiap bulannya. Sedangkan PT. B menggunakan metode fluktuatif dimana waktu pengisian kembali kas kecilnya tidak tentu. Sehingga pada minggu pertama saldo kas kecilnya Rp. 2 juta ternyata pada minggu kedua tinggal sedikit maka dilakukan pengisian kembali. Jika pada minggu ketiga saldo kas kecil masih ada, maka tidak perlu diadakan pengisian kembali.


4. Penggunaan Kas Kecil

Kasir kas kecil hanya boleh mengeluarkan (melakukan pembayaran) kas kecil untuk permohonan pembayaran atau pembelian yang telah mendapat persetujuan dari Financial Controller. Untuk setiap pengeluaran, kasir kas kecil harus membuat bukti pengeluaran kas kecil yang ditandatangani oleh penerima dana (pembayaran). Setelah itu transaksi dicatat di dalam buku kas kecil dan bukti pengeluaran tersebut harus diarsipkan dengan baik.


Setelah dilakukan pengelolaan, kasir kas kecil harus selalu melakukan penghitungan terhadap fisik kas kecil setiap selesai melakukan pengeluaran kas kecil. Setelah dihitung, fisik kas kecil dicocokkan dengan pencatatan pengeluaran kas kecil yang telah dibuat oleh kasir kas kecil atau lebih dikenal dengan rekonsiliasi kas kecil. Hal ini akan dapat mengurangi beban pekerjaan pada saat melakukan rekonsiliasi di penutupan kas kecil setiap harinya. Selain itu Financial Controller juga harus memeriksa fisik kas kecil dengan catatan yang telah dibuat oleh kasir kas kecil untuk mengantisipasi adanya kecurangan yang dilakukan oleh kasir kas kecil.